Perikanan Budidaya Jatim Bidik Pasar Rusia

Produk perikanan hasil budidaya yang berasal dari Jawa Timur mulai membidik pasar baru. Salah satunya yaitu Rusia yang sejak tahun 2010 lalu sudah menandatangani Mutual Recognition Arrangement (MRA) dengan pemerintah Indonesia.
“Di Jawa Timur pun ekspor ke Rusia juga terus meningkat,” ujar Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Jawa Timur, Kardani di Surabaya.
Meningkatnya permintaan dari Rusia terhadap produk olahan perikanan Jatim mulai tampak sejak tiga tahun lalu.
Meskipun belum sebesar ekspor ke pasar tradisional Jatim seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, Jepang dan China, namun Kardani optimis, pasar Rusia cukup menjanjikan.
Pada tahun 2010, ekspor produk perikanan dari Jatim ke Rusia tercatat hanya 164.267 kg. Namun pada 2011 langsung melesat hingga 739.696 kg. Produk hasil budidaya perikanan yang banyak diminati diantaranya udang. Selain itu juga termasuk ikan laut.
Kardani memaparkan, sejak lima tahun terakhir, nilai ekspor Jatim terus meningkat 10-15% pertahun. “Ekspor kita sempat turun hanya di 2009. Tapi setelah itu terus menanjak,” ujarnya.
Pada tahun 2007 volume ekspor hasil olahan perikanan Jatim tercatat 216.648 ton dengan nilai 580.923.173 dollar AS. Meningkat menjadi 243.712 ton dengan nilai 673.608.502 dollar AS. Kemudian pada 2009 mengalami penurunan menjadi hanya 226.285 ton dengan nilai 621.688.000 dollar AS.
Kondisi mulai membaik pada 2010 dengan nilai ekspor 730.110.174 dollar AS dan volume 258.394 ton. Sedangkan di 2011 kembali naik menjadi 272.172 ton dan nilai 827.196.826 dollar AS.
“Sedangkan di 2012 ini kami targetkan bisa tembus 900 juta dollar AS,” ujar Kardani optimis. Selama ini Jatim menyumbang 25% dari total ekspor nasional.
Sementara itu, produksi hasil perikanan Jatim untuk ikan tangkapan dan budi daya mencapai 1,268 juta ton di 2011. Jumlah tersebut terbagi menjadi 863 ribu ton ikan budi daya dan 404 ribu ton ikan tangkapan.
Di tahun 2012, ditargetkan terjadi peningkatan produksi hingga 6% dari 2011. “Peningkatannya tidak banyak karena memang terpengaruh perubahan iklim. Namun kontribusi Jatim terhadap produksi nasional masih cukup tinggi yaitu 9 persen,” pungkasnya.

sumber : budidaya-ikan.com
Share: