Pergantian Musim, Ikan Waduk Cirata Kena Virus

Musim hujan membuat petani ikan di Waduk Cirata merugi ratusan juta rupiah akibat ikan yang mereka budidayakan terserang virus KHV (koi herpes virus).
Kabid Perikanan Dinas Peternakan Kabupaten Bandung Barat Chandra Suarma mengatakan untuk mencegah kerugian yang lebih besar lagi, para petani terpaksa harus memanen lebih dini dan mengurangi jumlah benih di jaring apung.
“Sebanyak 55 ton ikan mas positif telah diserang virus KHV. Virus ini memang hanya menyerang ikan mas dan koi. Sedangkan untuk ikan patin dan gurame sama sekali masih aman,” katanya.
Dia menjelaskan sejak awal 2002 kedua jenis ikan tersebut terserang penyakit KHV dan menyebar ke seluruh sentra budidaya ikan mas dan ikan koi dengan kerugian ekonomi yang sangat besar.
Akibatnya aktivitas perdagangan ikan hidup dari satu daerah ke daerah lain terganggu.
Fakta ini selalu terjadi setiap tahun apabila memasuki perpindahan musim dari musim kemarau ke musim hujan.
Pemerintah bersama petani tidak bisa berbuat banyak kecuali mengerahkan penyuluh perikanan untuk melakukan sosialisasi kepada para pebudidaya jaring apung di Waduk Cirata.
Hal tersebut dilakukan supaya para pembudi daya mewaspadai perubahan cuaca karena akan berdampak pada lesunya usaha budidaya ikan air tawar.
Sedangkan untuk pengembangbiakan ikan di kolam darat sama sekali tidak terganggu.
Meskipun sejumlah daerah di Kabupaten Bandung Barat merupakan daerah rawan bencana gempa dan longsor, namun proses produksinya sama sekali tidak terganggu.
sumber : budidaya-ikan.com
Share: