Peran Strategis Gorontalo Sebagai Lumbung Ikan Indonesia Timur

Potensi perikanan di wilayah Sulawesi dikembangkan menjadi salah satu sektor ekonomi unggulan, provinsi Gorontalo merupakan sentra penghasil komoditas perikanan berperan strategis di wilayah timur Indonesia.
Untuk mengakselerasikan pembangunan kelautan dan perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menetapkan Industrialisasi Kelautan dan Perikanan sebagai grand strategy dengan fokus pada peningkatan produksi, produkstivitas, nilai tambah, dan daya saing komoditasnya untuk kesejahteraan rakyat.
Demikian disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C. Sutardjo saat melakukan Kunjungan Kerja ke Pelabuhan Perikanan, Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.
Dengan semangat industrialisasi perikanan, terdapat 7 (tujuh) faktor kunci penentu keberhasilan pembangunan kelautan dan perikanan, yaitu: Pertama, Kesinambungan ketersediaan sumber daya ikan; Kedua, Ketersediaan sarana dan prasarana (Infrastruktur) yang memadai; Ketiga, Pengembangan (Inovasi) dan penerapan teknologi kelautan dan perikanan secara massif dan efektif; Keempat, Sumber daya manusia (SDM) kelautan dan perikanan yang handal dan kompeten; Kelima, Pasar yang dapat dikembangkan dan dikelola dengan baik; Keenam, Dukungan investasi dari para pelaku usaha; dan Ketujuh, Regulasi pemerintah yang kondusif untuk mendukung pengembangan usaha kelautan dan perikanan.
Keberadaan Kementerian Kelautan dan Perikanan dan juga Dinas Kelautan dan Perikanan di daerah harus dapat memfasilitasi agar ketujuh faktor kunci tersebut dapat dipenuhi dan saling memperkuat satu sama lain. Dengan demikian, pembangunan kelautan dan perikanan dapat berjalan kearah yang tepat dan dicapai melalui langkah-langkah operasional yang terukur.
Terkait dengan pengembangan pelabuhan perikanan ini, sampai saat ini jumlah pelabuhan perikanan di Indonesia telah mencapai 816 unit, dengan rincian Pelabuhan Perikanan yang dikelola oleh pusat sebanyak 23 unit (6 PPS, 14 PPN, 3 PPP), sedangkan sisanya sebanyak 793 unit dikelola oleh daerah serta 2 unit dikembangkan oleh swasta.
Bantuan KKP
Pengembangan sektor kelautan dan perikanan saat ini dan mendatang dihadapkan dengan berbagai tantangan yang berat, seperti terjadinya perubahan iklim global yang secara langsung mempengaruhi usaha penangkapan ikan dan budidaya perikanan, kenaikan harga minyak dunia, isu keamanan pangan dan ketelusuran produk perikanan, permasalahan kelestarian sumber daya ikan dan kerusakan lingkungan perairan, kemiskinan masyarakat di daerah pesisir, dan berbagai persoalan lainnya.
Diharapkan, tantangan tersebut tidak menyurutkan semangat dan tekad kita semua untuk membangun sektor kelautan dan perikanan. Justru dengan berbagai tantangan yang ada, kita dituntut untuk bekerja lebih keras, kreatif dan lebih cerdas sehingga mampu melahirkan berbagai inovasi untuk lebih mengakselerasikan pengembangan sektor kelautan dan perikanan.
Untuk mencapai itu semua, dibutuhkan komitmen dan konsistensi yang tinggi dari segenap stakeholder, baik dari Pemerintah (Pusat dan Daerah), dunia usaha (Swasta dan BUMN/BUMD), akademisi, maupun masyarakat, kata Menteri.
Oleh karena itu, dalam kunjungan Pelabuhan Perikanan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, Menteri Kelautan dan Perikanan pada acara Pencanangan Operasional Pelabuhan Perikanan Kwandang dan menyerahkan bantuan KKP dengan total nilai Rp. 7.664.300.000,- berupa: (1) Kapal Inka Mina > 30 GT sebanyak 3 (tiga) unit senilai Rp. 4.500.000.000,- (2). Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP) Perikanan Tangkap untuk 16 KUB senilai Rp. 1.600.000.000,- (3).
Sertifikat Hak Atas Tanah (SeHAT) Nelayan sebanyak 150 bidang; (4) Kartu Nelayan sebanyak 508 kartu; (5) PUMP Perikanan Budidaya untuk 10 KUB senilai Rp. 1.000.000.000,- (6) PUMP P2HP untuk 10 (sepuluh) kelompok senilai Rp. 500.000.000,- (7). Bantuan Penyelenggaraan Pendidikan di Sekolah Tinggi Perikanan (STP) untuk 2 (dua) orang senilai Rp. 64.000.000,- dan (8) Penyelenggaraan Penyuluh sebanyak 1 (satu) Paket materi senilai Rp. 300.000,-. 

sumber : budidaya-ikan.com



Share: