Pembudidaya Ikan Batam Tolak Impor Lele Malaysia

Sebanyak 1.000 Petani Kota Batam yang tergabung dalam Asosiasi Pembudidaya Ikan Air Tawar Kota Batam akan menggelar aksi demo di kantor Pemko Batam dan DPRD Kota Batam. Mereka menuntut pemerintah agar menghentikan pasokan lele impor asal Malaysia masuk Batam.
“Aksi demo ini akan digelar oleh Kelompok Tani Peternak Ikan Lele Batam. Di antaranya, dari Nongsa, Barelang, Duriangkang, Tanjungpiayu, Bengkong, Tembesi, Punggur, Sagulung, Tiban, Batuaji dan Seitemiang yang jumlahnya mencapai 1.000 orang,” ujar Manto, Kelompok Tani Peternak Lele yang mengaku hampir bangkrut dari Barelang. Selasa (16/10).
Ketua Asosiasi Pembudidaya Ikan Air Tawar (APIAT) Kota Batam, Ray Shandy Stefan mengatakan, atas nama para petani dan APIAT sudah berulang kali melakukan sosialisasi dan kunjungan kepada pemerintah.
Tujuannya meminta pemerintah untuk lebih memperhatikan nasib para petani Batam, agar bisa mengahasilkan potensi pertanian dan pertenakan yang lebih baik. Namun, kenyataanya pemerintah malah terkesan cuek dan mengabaikan apa yang menjadi keluhan bagi para petani tersebut.
“Kami meminta pemerintah dan dinas terkait untuk menstop impor lele dari Malaysia. Lakukan proses hukum untuk para oknum pelaku dan pemasok ikan lele ke Batam khususnya dan ke Kepri pada umumnya,” ujar Ray.
Pasalnya, kata Ray, masuknya impor dari Malaysia itu, membuat petani peternak lele Batam tidak bisa melakukan penjualan hasil ikannya, karena di pasar-pasar sudah dipenuhi lele impor dari Malaysia. Dan sebagai akibatnya, para petani merugi dan bangkrut.
“Padahal, kerajaan Malaysia sudah memfatwakan bahwa ikan lele dari negeri jiran itu haram. Soalnya, lele tersebut memakan organ binatang haram seperti Babi, makanya dibuang ke Batam. Namun dan anehnya Pemerintah Kota Batam malah membiarkannya,” terang Ray.
Selama ini, pihak KP2P Kota Batam tidak ada keberpihakannya kepada masyarakat petani. Sehingga apapun yang menjadi keluhan petani tidak pernah mendapatkan tanggapan yang serius oleh dinas tersebut. Petani hanya menjadi objek saja dan tidak bisa menjadi subjek untuk perubahan keadaan petani ke arah yang lebih baik.
Ketua Paguyuban Pembenih Lele Batam, Surianto mengungkapkan, pada tahun 2011 lalu, izin impor lele ke Indonesia sudah dicabut oleh Kemeterian Perikanan dan Kelautan. Tapi, di Batam diam-diam pemerintah terkesan membiarkan lele impor dari Malaysia itu masuk dengan bebas.
“Kami meminta pemerintah dan DPRD untuk menanggapi apa yang menjadi aspirasi para petani ini. Dan mengganti Kepala Dinas KP2K Batam karena tidak bisa berbuat apa-apa demi kesejateraan para petani,” kata Surianto.

sumber : budidaya-ikan.com
Share: