Pembeli grosir datang dari luar Medan (3)

Sebagai pusat penjualan ikan hias terlengkap di Kota Medan, lokasi ini menjadi tempat berburu bagi banyak  kalangan. Tak hanya para pehobi ikan hias, sentra ini pun menjadi tujuan para pedagang ikan hias dari luar Medan.

Salah seorang pedagang, Sri Hartati bilang, ia malah jarang menjual ikan hias secara eceran. Mayoritas adalah pembeli grosir atau pedagang yang akan menjual kembali dagangannya ke luar kota Medan. Ia mengaku, punya langganan di beberapa kota, seperti Aceh, Pekanbaru, dan Padang.
“Saya sudah punya langganan tetap, jadi harus sediakan stok untuk mereka dulu, kalau ada sisa baru jual eceran,” tuturnya.

Hampir sama dengan yang dilakoni Freddy Simarmata. Pria 29 tahun ini bilang, punya banyak pelanggan grosir dari luar kota, seperti Padang, Jambi dan Palembang. Ia mendapat banyak pembeli dari luar kota, lantaran rajin mempromosikan produknya lewat  blog. Di sana, ia memajang gambar-gambar ikan yang dijual di kiosnya, beserta patokan harganya.

Pedagang lainnya di Jalan Talaud, Yuni (24), punya strategi berjualan yang berbeda. Ia lebih banyak menjual ikan hias secara eceran kepada para pehobi, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Ia mencari celah pasar yang tidak banyak dilirik para pedagang lain di sana, yang mayoritas membidik pembeli grosir.

Ia pun tak segan memberikan potongan harga alias diskon, khusus bagi pelajar sekolah. “Kalau anak sekolah biasanya sudah tahu, beli ikan hias di sini pasti saya berikan diskon,” ungkapnya. Meski tidak memberi patokan, Yuni bilang, pelajar bisa dapat potongan harga sekitar Rp 1.000 - Rp 10.000, tergantung jenis ikan hias.

Selain itu, Yuni mengklaim, untuk jenis ikan hias yang tidak terlalu mahal, seperti ikan guppy, ia kerap memberikan bonus satu atau dua ekor ikan bagi pengunjung yang membeli dalam jumlah lima ekor atau lebih.

Para pedagang di sentra Jalan Talaud bilang, awal bulan merupakan waktu yang  mereka tunggu-tunggu. Pasalnya, awal bulan identik dengan gajian bagi para pegawai. Biasanya, saat mendapatkan uang, para pehobi ikan hias langsung meluncur ke sentra ini untuk menambah koleksi mereka.

“Minggu pertama setiap bulan, pembeli pasti melonjak. Namun, minggu berikutnya berangsur surut, hingga kembali ramai pada awal bulan berikutnya,” papar Sri.

Tak heran, pada awal-awal bulan, ia bisa mengantongi omzet berkisar Rp 1 juta hingga Rp 2 juta per hari. Namun, di minggu berikutnya, penghasilannya tidak lebih dari Rp 1 juta.

Sri menambahkan, situasi di sentra Jalan Talaud ini berbeda dengan sentra di tempat lain. Kalau di tempat lain, omzet pedagang selalu menanjak saat libur, berbanding terbalik di sini. "Justru malah sepi pembeli pada hari libur sekolah atau libur lebaran, karena orang-orang fokus penuhi kebutuhan pokok," bebernya. 

(Selesai)

sumber : kontan.co.id
Share: