Peluang Usaha Dengan Mie Labu

Besarnya minat masyarakat terhadap mie, mendorong para ahli pangan untuk mengembangkan produk tersebut menjadi peluang usaha dgn  inovasi baru. Mie yg awalnya berbahan baku tepung terigu, kini telah berhasil dikembangkan dgn menggunakan bahan baku labu.

Bumie diproduksi dgn perbandingan campuran bahan tepung terigu dan tepung labu 50% : 50%. Citarasa mie labu yg tidak kalah dgn mie berbahan terigu, serta warna kuning alami dari labu berhasil diterima pasar dan digemari para konsumen. Bumie memiliki kandungan gizi yg lebih lengkap seperti kandungan selenium yg bermanfaat mengendalikan berat badan dan mengandung betakarotin dan zat antioksidan yg berguna untuk mencegah kanker.

Selain memiliki keunggulan gizi, labu mie juga dilengkapi dgn bumbu dari ramuan bahan alami tanpa penggunaan MSG. Bumie juga ditambahkan dgn sayuran kering, jadi bisa dibilang Bumie merupakan mie instan yg penuh serat, mineral dan vitamin. Labu mie yg diproduksi Rachman, dikemas dgn karton yg berbentuk gelas.

Dgn modal kurang lebih 200 juta hasil patungan bersama empat orang rekannya, Rachman memulai usahanya dgn membeli lima buah mesin pembuat mie. Dan berhasil memproduksi sepuluh ribu sampai duapuluh ribu Bumie untuk setiap bulannya. Harga jual yg ditetapkan Rachman untuk produknya yaitu seharga Rp 4.000,- per bungkus. Bila dihitung – hitung, omset yg diperolehnya bisa mencapai 80 juta setiap bulannya.

Resep Pembuatan Mie Labu
Bahan :
  • Labu parang
  • Tepung terigu
  • Garam
  • Telur ayam
  • Air
  • Minyak goreng
  • Tepung maizena.
Alat :
  • Panci
  • Baskom
  • Mixer
  • Penggiling mie
  • Blender
Proses pembuatan tepung :
Labu dipetik saat masih mangkel ( 5 – 10 hari lebih awal dari masa panen ), jika terlalu masak kadar airnya tinggi dan dagingnya lembek, serta kadar patinya rendah.
Labu dikupas dan dibelah. Kemudian lakukan pemblansiran ( proses ini seperti dikukus tetapi pengukus tidak perlu ditutup ). Sedangkan untuk menghindari warna labu berubah menjadi cokelat, rendam labu terlebih dahulu pada campuran air garam 1 %.
Selanjutnya labu diiris tipis dgn ketebalan 0,1 sampai 0,3 cm. Kemudian dijemur atau dioven sampai kadar air yg tersisa hanya 14%.
Kemudian hancurkan labu yg sudah kering dgn menggunakan blender, untuk menghasilkan butiran kecil. Lakukan penggilingan untuk tahap kedua, agar menghasilkan tepung labu yg lebih halus.

Proses pembuatan adonan :
Setelah di jadikan tepung, kemudian di campur dgn tepung terigu, tepung maizena dan telur ayam
Kemudian di aduk menggunakan mixer, tambahkan adonan dgn air hingga menjadi adonan yg mudah di bentuk dan mudah di giling
Selanjutnya adonan digiling menggunakan penggiling mie hingga menjadi pipih, dan menghasilkan potongan – potongan mie yg panjang
Untuk memasaknya rebus dalam wajan yg besar hingga terapung. Mie pun siap untuk diolah menjadi menu mie labu yg lezat.
Share: