Pasokan beras ke DKI diperbanyak guna hadapi Natal

PT Food Station Tjipinang Jaya menambah stok beras. Hal ini guna mencegah lonjakan harga pangan menjelang libur Natal 2016 dan Tahun Baru 2017.
Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya , Arief Prasetyo Adi mengatakan menjelang akhir tahun ini memang ada kenaikan permintaan pangan tapi hal itu sudah bisa diantisipasi dengan penambahan stok pangan di gudang Food Station. Ia mengatakan untuk berjaga-jaga pihaknya telah memasukkan tambahan stok beras sebesar 15.000 ton. 



Dengan demikian saat ini stok beras di gudang BUMD DKI ini sebesar 39.000 ton plus 15.000 ton cadangan sehingga mencapai total 54.000 ton. "Kami juga rutin melakukan pasar murah di setiap kelurahan di DKI sampai tanggal 28 Desember nanti," ujar Arief.
Selain beras, Foodsation juga memiliki stok gula sebanyak 700 ton, minyak goreng sebanyak 500 kardus atau setara 3.000 kg. Bila masih ada kekurangan Food Station siap menambah pasokan.
Tujuannya adalah agar harga pangan di Jakarta bisa stabil saat tutup tahun nanti. Dengan tambahan stok beras dan produk pangan lainnya, Arief optimis dapat mengatasi gejolak kenaikan harga di DKI saat Natal dan Tahun baru.
Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati mengatakan sebenarnya harga pangan di pasar internasional sudah turun sehingga tidak ada alasan bagi pemerintah tidak sanggup menurunkan harga pangan di dalam negeri.
Ia mengatakan selama data pangan belum akurat, maka pemerintah tetap saja tidak mampu mengatasi kenaikan harga pangan karena tidak ada kesesuaian antara suplai dan demand

sumber : kontan.co.id
Share: