Pakan & oksigen menentukan pertumbuhan lobster (2)

Budidaya lobster air tawar kini semakin menjanjikan seiring terus meningkatnya permintaan di pasaran. Di Indonesia, budidaya lobster air tawar sudah mulai dikenal sejak tahun 1990-an.
Namun, saat itu baru sebatas diburu para penggemar ikan hias. Nah, belakangan ini lobster banyak dicari buat konsumsi. Tak pelak, usaha budidaya lobster air tawar pun merebak.
Terlebih iklim Indonesia juga mendukung buat budidaya lobster ini. Di negara asalnya, Australia, lobster ini hanya panen sekali setahun. Sedangkan di Indonesia bisa dua kali setahun. Negara beriklim tropis seperti Indonesia cocok buat lobster  ini karena tidak mengenal musim dingin.
Emil Hardi, pembudidaya lobster air tawar dari Medan,  mengaku, awalnya hanya budidaya dalam skala rumah tangga saja. Namun, budidaya skala kecil tidak ekonomis karena biaya operasionalnya menjadi besar.
Mempertimbangkan itu, ia pun membesarkan skala usahanya. Ditambah permintaan lobster ini terus meningkat. Saat ini, Emil membudidayakan lobster air tawar di lahan seluas 2 hektare (ha).
Menurutnya, budidaya lobster harus di kolam tanah, bukan di plastik. "Lobster ini suka di bebatuan dan lumpur," ujarnya. Menurutnya, tanah merupakan habitat asli lobster ini. Sebenarnya bisa saja di kolam plastik, tapi pertumbuhannya lebih lambat.
Dari sejak pembibitan hingga panen dibutuhkan waktu enam bulan. Memang dibutuhkan waktu agak lama untuk pembesaran. Untuk mendapatkan hasil maksimal, idealnya setiap satu meter lahan kolam menampung sekitar 10 ekor lobster.
Tujuannya agar lobster tidak terlalu sesak. Selain itu, untuk pembesaran pilih lobster jantan saja, karena lebih cepat tumbuhnya dibandingkan betina. Nah, untuk perawatannya sebenarnya mudah. Dengan kapasitas produksi 10 ton sekali panen, ia mengaku hanya mengeluarkan sedikit biaya buat pakan dan perawatan.
Untuk pakan diberikan pagi dan sore hari. Sebaiknya jangan berikan pakan berlebihan agar lobster tumbuh sempurna dan bongsor.  Selain itu, penting diperhatikan suplai oksigen dengan menambahkan pompa yang berfungsi menjaga keasaman air.
Rony Irawan, pembudidaya   asal Banjarmasin, Kalimantan Timur menambahkan,  lobster air tawar butuh kandungan oksigen terlarut berukuran di atas 4 parts per million (ppm). Sementara, suhu air sekitar  25 derajat-29 derajat Celcius. Kadar oksigen dan suhu air harus diperhatikan karena mempengaruhi daya tahan lobster.
Derajat keasaman (pH) juga mempengaruhi tumbuh kembang lobster. Lobster ini biasanya hidup di perairan dengan pH di kisaran tujuh sampai sembilan.          

(Selesai) 

sumber : kontan.co.id
Share: