Mudah tumbuh, biji kemangi hanya perlu ditebar (2)

Budidaya kemangi tergolong mudah dan tidak membutuhkan biaya besar. Satu hal yang penting diperhatikan, lokasi budidaya harus di tempat yang pergantian suhunya tidak terlalu ekstrim. Misalnya, pada saat siang panas, sementara di malam hari cuaca menjadi sangat dingin.

Alex Eko Prihatmoko, pembudidaya kemangi asal Sidoarjo mengatakan, kemangi tidak bisa tumbuh di daerah yang cuacanya tidak menentu. "Misalnya hujan terus menerus, benihnya tidak akan jadi. Begitu pula kalau kemarau terus menerus," ujar Alex.

Maka, dibutuhkan tempat yang cukup stabil cuacanya. Mengenai ketinggian tanah, tanaman ini bisa ditanam di pinggiran pantai hingga tanah berketinggian 500 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Untuk media tanamnya tidak ada kriteria khusus. Dalam arti, bisa ditanam di tanah jenis apapun. Langkah pertama cangkul tanah secukupnya, lalu taruh sejumlah benih pada tanah tersebut dan disiram.

Benih bisa ditebar begitu saja. Satu cangkir bening bisa untuk lahan seluas 10 meter (m) x 15 m. Supaya hasilnya maksimal, lubang yang sudah disiapkan diberi pupuk terlebih dahulu.

Setelah itu, baru lubang ditaburi benih. "Bagusnya diberikan pupuk kandang," ujar Alex. Pemberian pupuk ini hanya sekali saja sampai masa panen.

Daun kemangi sudah bisa dipanen pada usia 25 hari sejak ditanam. Setelah itu tanaman bisa dipanen sekali lagi daunnya. Jika sudah berusia dua bulan, kemangi tidak bagus lagi untuk dipanen daunnya karena telah tua dan keras. Sekali panen, satu tanaman bisa menghasilkan dua ikat daun kemangi dengan harga Rp 3.500 per ikat di pasaran.

Jika tak berminat mengambil benihnya, tanaman bisa dicabut dan diganti yang baru untuk mendapatkan daun yang muda kembali. "Jika ingin mengambil benihnya, tanaman bisa ditunggu sampai tiga bulan," jelas Alex.

Laras Soetoro, pebudidaya kemangi dari Yogyakarta mengakui, budidaya kemangi sangat mudah. "Kemangi termasuk tanaman liar, cukup ditebar," ujar Laras.

Laras hanya menabur benih di lahannya yang dibuat berpetak-petak. Satu hingga satu setengah bulan kemudian kemangi bisa dipanen. "Selain itu, kemangi juga bisa ditanam kapan saja, tidak tergantung cuaca," ujarnya.

Selama ini, Laras membudidayakan kemangi bukan buat diambil daunnya dan dijual ke pasar buat lalap. Ia mengolah kemangi hasil budidayanya buat disuling untuk diambul minyaknya.

Dalam sebulan, ia bisa memproduksi sekitar 2 liter minyak kemangi yang dijual dengan harga Rp 330.000 per 10 mililiter (ml). Menurutnya, pasar kemangi di Indonesia sangat bagus bila diolah dahulu untuk meningkatkan harganya. 

(Selesai)

sumber : kontan.co.id
Share: