Menteri Susi: Setop pakan ikan dari Thailand, gunakan Banyuwangi

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sempat mengungkapkan fakta bahwa sebagian besar pakan ikan di Indonesia didatangkan dari negara lain. Kondisi ini tidak bisa terus dibiarkan. Kondisinya berpotensi makin sulit setelah mata uang rupiah semakin terpuruk.

"Dolar sebentar lagi Rp 13.000 per USD. Jadi ini akan berat," ujar Susi diJakarta.
Menurutnya, ini bisa menjadi momentum untuk meningkatkan budidaya perikanan. dengan begitu, ada nilai tambah yang dihasilkan.
"Sektor perikanan budidaya berkembang luar biasa, saya senang. Tetapi saya ingin perikanan budidaya tidak ditunjang oleh pakan ikan impor. Kalau ketergantungan 70 persen impor ini membahayakan dan rentan sekali," tuturnya.
Susi menegaskan, tidak ada jalan lain, untuk mengurangi impor pakan ikan harus membangun industri dalam negeri.
"Jadi ini PR kita semua. Kalau bisa 0 kita impor komponennya. Kita harus mulai setop pakan ikan dari Thailand dan pakan ikan harus datang dari Banyuwangi. Dengan aturan pengetatan illegal fishing saya yakin ikan lemuru akan kembali lagi, kakap merah 10 ton per hari di Cilacap akan ada lagi. Ini semua harapan kita, saya berjanji akan berusaha untuk on the right track," tegasnya.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan dirinya tak memungkiri pakan ikan di Indonesia didominasi produk impor. Namun Susi tidak menyebut nilai importasi pakan ikan.
"Kalau budidaya itu 80 persen harga ada di dalam pakannya. Pakan ini 99 persen masih impor, ada beberapa tempat, kecil sekali porsi produksi Indonesia, makan hasil ikan Indonesia," ujar Susi dalam diskusi Chief Editor Meeting di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta Pusat.
sumber : merdeka.com
Share: