Menteri Susi anggarkan Rp 1,6 T kembangkan perikanan budidaya

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengatakan, sektor industri perikanan mengalami peningkatan pada 2015, terutama perikanan budidaya. Agar semangat budidaya ikan di Indonesia terus meningkat, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengajukan peningkatan anggaran untuk pengembangan potensi budidaya ikan pada 2016.


"Budidaya 2016, kita anggarkan Rp 1,6 triliun, atau 3 kali dibanding anggaran budidaya 2015," kata Menteri Susi di Indonesia Convention Exhibition, BSD Tangerang, Banten.

Menteri Susi yakin, dengan penambahan alokasi dana hingga tiga kali lipat untuk budidaya ikan, pemerintah bisa mendorong pelaku usaha budidaya ikan untuk terus meningkatkan produktivitasnya. Pemerintah juga telah merancang sejumlah regulasi guna mendukung hidupnya industri.

Di sisi lain, lanjut Susi, upaya peningkatan industri perikanan budidaya perlu ditopang dengan menekan eksploitasi hasil perikanan dari sumber daya alam laut. Hal ini mengingat kondisi lingkungan saat ini yang sudah semakin kritis.

Dia mengatakan pengelolaan dan perbaikan sumber daya alam kelautan sangat penting untuk generasi selanjutnya.

"2016 dari anggaran KKP, saya sudah plot untuk stakeholder kita tidak boleh kurang dari 70 persen, dibagi kelompok tangkap atau dari sumberdaya laut tangkap, sumberdaya budidaya, dan ekosistem itu sendiri," jelas Susi.

Kemajuan di sektor budidaya, menurut Menteri Susi, menjadi cermin kemajuan suatu negara. Susi menilai negara yang masih mengandalkan sumber daya alam tanpa terlebih dahulu melakukan rekayasa alam dan konstruksi tidak dapat disebut sebagai negara maju.

"Semakin maju negara semakin besar kebutuhan pangan akan didapat dan diambil atau menggunakan sumber daya daripada hasil rekayasa, hasil teknologi yang dimiliki negara tersebut," kata Susi.

Lebih lanjut, Menteri Susi menegaskan bahwa budidaya perikanan perlu dikembangkan dengan prinsip kedaulatan wilayah serta kedaulatan tanpa intervensi dari negara lain. Hal ini mengingat Indonesia merupakan negara dengan populasi penduduk yang sangat besar. Oleh sebab itu, ketergantungan terhadap produk impor negara lain harus diminimalisir.

Kekurangan pangan di Tanah Air pun akan mempengaruhi stabilitas ekonomi dan politik. Sehingga diharapkan dengan meningkatkan budidaya perikanan dapat mendorong ketahanan pangan Indonesia.

Kendati demikian, Menteri Susi juga menilai pengembangan budidaya yang tak mendukung alam juga sangat berbahaya. Menurut dia, diperlukan budidaya yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


sumber : merdeka.com
Share: