Kripik Duri Ikan Nila, Bergizi & Higienis

Ibu-ibu yang tergabung dalam Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga Saluyu di Desa Limbangan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mulai memproduksi keripik dari bahan baku duri ikan nila.
Di tangan ibu-ibu ini duri ikan nila yang biasanya dibuang dan menjadi sampah ini ternyata diolah sehingga menjadi makanan yang cukup bergizi dengan dibentuk menyerupai keripik yang rasanya tidak kalah dari keripik-keripik dari bahan baku seperti umbi-umbian dan lain-lain.
“Ide membuat keripik dari bahan baku duri ikan nila ini sudah dijalani oleh ibu-ibu sejak dua tahun lalu, dan sampai saat ini sudah cukup banyak pemesannya baik dari dalam maupun luar Sukabumi,” kata Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) PKK Saluyu, Kecamatan Sukaraja, Nurhayati kepada wartawan.
Menurut Nurhayati, keripik ini aman untuk dimakan karena dibuat oleh tangan-tangan terampil dan higienis bahkan menurut Dinas Kesehatan setempat kandungan gizi dari keripik sama seperti susu karena mengandung protein yang tinggi.
Lebih lanjut, untuk pembuatannya juga tidak begitu sulit, ikan nila segar kemudian dikuliti dan durinya dipisahkan dari dagingnya. Kemudian di presto sampai duri ikan tersebut lunak, setelah lunak duri tersebut kemudian diberi resep khususnya dan rempah-rempah kemudian di goreng sampai matang atau kecoklatan.
Setelah digoreng, lalu dikemas sesuai ukuran dan pesanan, yang dipastikan keripik dari duri ikan nila ini renyah dan bagi para penggemarnya, biasanya disajikan untuk lauk makanan maupun makanan ringan.
“Ide ini dibuat karena cukup melimpahkan ikan nila di Sukaraja, karena banyak pembudidaya ikan nila. Selain itu, ini merupakan inovasi baru dari ibu-ibu untuk meningkatkan nilai ekonomi dari duri ikan nila ini, dan dagingnya pun bisa dibuat produk lain sehingga seluruh dari ikan nila ini bisa dijadikan usaha tambahan,” tambahnya.
Dikatakan Nurhayati, pembuatan keripik ini tidak semata-mata untuk mencari keuntungan saja, tetapi yang terpenting bagaimana cara memberdayakan masyarakat khususnya ibu-ibu untuk meningkatkan kesejahteraannya keluarganya.
Selain itu, peminat keripik duri ikan nila ini sudah sangat banyak pemesannya karena harganya yang murah hanya Rp5.000 setiap bungkusnya dan diharapkan bisa menjadi peluang usaha khususnya untuk ibu-ibu di Kabupaten Sukabumi.”Kami juga menerima pelatihan untuk ibu-ibu yang ingin belajar membuat produk UKM sebagai peluang usaha,” kata Nurhayati.

sumber : budidaya-ikan.com
Share: