KKP kembangkan minawisata untuk dorong investasi


Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengembangkan program Minawisata untuk mendorong investasi guna pemberdayaan pulau-pulau kecil yang tersebar di berbagai kawasan perairan Indonesia.

"KKP tengah mengembangkan program Minawisata di pulau-pulau kecil," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta.

Menurut Sharif, program Minawisata akan mengombinasikan kegiatan yang mendorong investasi di pulau-pulau kecil khususnya pariwisata dan upaya perlindungan ekosistem melalui kegiatan konservasi.

Ia mengingatkan bahwa jumlah pulau-pulau kecil terluar di Indonesia mencapai 92 pulau, dan 31 pulau di antaranya berpenduduk. 

Meski memiliki sumber daya alam yang besar sebagai modal pembangunan, ujar dia, namun pulau-pulau ini juga memiliki banyak keterbatasan, khususnya terkait kondisi sarana dan prasarananya. 

Menteri Kelautan dan Perikanan mengungkapkan, pada umumnya pulau-pulau kecil terluar ini masih tertinggal, terutama terkait ketersediaan infrastruktur yang terbatas.

"Untuk program tahun 2012 hingga 2013, KKP memfokuskan pembangunan di 12 pulau kecil terluar meliputi pulau Sebatik, Nusa Kambangan, Miangas, Marore, Marampit, Lingayan, Maratua, Wetar, Alor, Enggano, Simuk dan pulau Dubi Kecil," ujarnya.

Sebagaimana diberitakan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu mengatakan Asia Tenggara (ASEAN) sebagai satu subkawasan telah mengalami pertumbuhan wisatawan internasional tertinggi di dunia selama kurun waktu 2005-2012 yaitu 8,3 persen.

"Angka itu melonjak sebesar 9,4 persen pada 2012, dan pada semester pertama 2013 pertumbuhan mencapai 11,3 persen," kata Mari Elka Pangestu.

Jumlah absolut wisatawan internasional ke ASEAN mencapai 84,6 juta atau sebesar 8,2 persen total kedatangan wisatawan dunia pada tahun 2012.

Berdasarkan data dan proyeksi dari United Nations World Tourism Organization (UNWTO), kawasan Asia Pasifik telah mengalami pertumbuhan tertinggi kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebesar 6 persen selama kurun waktu 2005-2012, sebesar 7 persen pada 2012, dan sebesar 6,2 persen pada semester pertama 2013.


sumber : antaranews.com
Share: