KKP harapkan tiga akses perikanan semakin terbuka


Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengharapkan tiga akses penting terkait sektor perikanan yaitu produksi, pasar, dan permodalan akan semakin terbuka dan lebih mudah diraih oleh nelayan dan pembudidaya ikan.

"Dengan adanya kelembagaan yang kuat maka peluang dalam mendapatkan akses produksi, pasar dan permodalan akan semakin terbuka," kata Dirjen Perikanan Budidaya Perikanan KKP, Slamet Soebjakto, di Jakarta.

Untuk itu, menurut Slamet, dibutuhkan dukungan dan kerja sama lintas sektoral seperti perbankan dan seluruh pemangku kepentingan antara lain agar program industrialisasi bandeng bisa berhasil.

Dengan mencapai akses produksi, pasar dan permodalan, ujar dia, maka tujuan akhir program industrialisasi perikanan diharapkan juga dapat tercapai yaitu memberdayakan dan mengelola potensi sumber daya perikanan secara berkelanjutan, demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Guna mengatasi permasalahan akses terhadap distribusi antara daerah produksi dan kawasan pasar pemasaran penjualan, KKP juga telah membangun pemetaan Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN) sebagai cara untuk mengatasi permasalahan industrialiasi, khususnya mengenai distribusi antara daerah hulu dan hilir industri.

"Logistik dan distribusi menjadi kata kunci dalam proses industrialisasi perikanan," kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif Cicip Sutardjo, di Jakarta, Senin.

Menurut dia, SLIN merupakan langkah strategis dalam memberikan jaminan terhadap ketersediaan bahan baku ikan, stabilitas harga, ketahanan pangan, serta mendorong pertumbuhan industri pengolahan dan pertumbuhan masyarakat.

Ia memaparkan, SLIN tanah pertama dilakukan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kendari dan PPN Brondong.

Sharif mengungkapkan, kedua pelabuhan yang terletak di Sulawesi itu dijadikan kawasan uji coba karena kedua wilayah ini dinilai mampu mewakili sektor hulu dan hilir komoditas perikanan di Kawasan Timur Indonesia.

Sedangkan terkait permodalan terhadap nelayan, Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan, Sjarief Widjaja mengatakan, peningkatan kinerja nelayan dalam perikanan skala kecil Indonesia akan memperkuat tingkat ketahanan pangan di Tanah Air.

"Mengingat keberadaan nelayan, perlu ada gerakan peningkatan kontribusi perikanan skala kecil untuk ketahanan pangan," ujar Sjarief Widjaja dalam lokakarya tentang Perikanan dan Kontribusi Terhadap Pembangunan Berkelanjutan Ekonomi APEC di Jakarta, Senin.

Sedangkan untuk meningkatkan kehidupan nelayan, menurut dia, perlu diterapkan kebijakan nasional yang bisa mengurangi tingkat kemiskinan nelayan seperti meningkatkan strategi pengelolaan perikanan, transfer teknologi, pembukaan akses pasar dan pengadaan pembiayaan melalui skema kredit mikro.

"Sektor perikanan selain menjadi penyedia lapangan kerja bagi jutaan orang juga menjadi tumpuan pendapatan bagi sekitar 9 juta nelayan dan pembudidaya ikan," ucapnya.


sumber : antaranews.com
Share: