KKP gaet swasta penuhi bahan baku pakan ikan

Ketersediaan pakan ikan menjadi salah satu kunci pengembangan sektor perikanan. Oleh karena itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng perusahaan swasta untuk memenuhi kebutuhan bahan baku pakan ikan. Salah satu yang digandeng KKP adalah perusahaan kelapa sawit milik Arifin Panigoro yang berlokasi di Sumatra Selatan, yaitu PT Meta Epsi Agro, PT Ciptatani Kumai Sejahtera, dan PT Sabut Mas Abadi.


Coco Kokarkin Soetrisno, Direktur Produksi Perikanan Budidaya KKP mengatakan, perusahaan yang bernaung di Medco Group ini bakal memasok bungkil kelapa sawit secara gratis kepada KKP untuk dijadikan bahan baku pakan ikan.
Perusahaan itu akan menyuplai bungkil sebanyak 4 juta ton per tahun. "Bungkil ampas kelapa sawit  ini acap dibuang atau diekspor dengan harga murah oleh perusahaan," katanya.
Untuk proses pengelolaannya, KKP bakal membuat kelompok dan diberikan dana sekitar Rp 20 juta. Untuk tahap awal, KKP menargetkan akan membuat sekitar 20 kelompok. Coco menjelaskan, biaya pembuatan pakan ikan dari bungkil ini cukup murah dan mudah, karena hanya dibutuhkan peralatan drum untuk penyimpan bungkil yang sudah dicampur dengan ragi.
Produk pakan ikan hasil olahan masyarakat nantinya bakal dihargai sekitar Rp 6.000 per bungkus dan didistribusikan ke para pebudidaya ikan patin dan lele yang berada di Sumatra Utara dan sekitarnya.
Sekedar informasi, bungkil dianggap cocok untuk pakan ikan karena mengandung protein tinggi. Jenis pakan ini bisa menjadi pilihan bagi pembudidaya, selain menggunakan tepung ikan.
Tidak berhenti di situ, KKP juga sedang melirik PT Multi Bintang Indonesia untuk diajak kerjasama dalam penyediaan bahan baku karena mereka punya yeast atau ragi dari proses pembuatan bir.
Slamet Soebjakto, Dirjen Perikanan Budidaya KKP mengatakan, tahun depan mereka bakal membangun satu unit pabrik pakan yang berlokasi di Belawan, Sumatra Utara. Belawan dianggap menjadi lokasi yang cocok karena ketersediaan tepung ikan dan bahan baku tambahan lainnya. Daerah itu diproyeksikan bisa memproduksi pakan ikan sekitar 1.800 ton per tahun dengan nilai proyek sekitar Rp 27 miliar. 

sumber : kontan.co.id
Share: