KKP dukung upaya percepatan industrialisasi perikanan


Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo mengatakan bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan akan terus membenahi sektor hulu hingga hilir dalam mewujudkan industrialisasi perikanan.

"Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan terus mendukung upaya-upaya percepatan industrialisasi perikanan dilakukan dengan membenahi sektor hulu sampai hilir," kata Sharif Cicip Sutardjo dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta.

Menurut Sharif, pembenahan tersebut dilaksanakan, antara lain, melalui penerapan teknologi, peningkatan kualitas SDM nelayan/pembudidaya dan pengolah, serta penyediaan sarana prasarana produksi perikanan. 

Sesuai dengan mandat undang-undang perikanan, ujar dia, pemerintah diminta mendorong peningkatan nilai tambah perikanan. 

Untuk itu, lanjut dia, KKP telah membangun proyek percontohan berupa UPI (Unit Pengolahan Ikan) fillet patin di beberapa lokasi, yaitu Jambi, Kampar-Riau, Karawang, Banjar, Tulungagung, dan Purwakarta melalui dana APBN.

Selanjutnya, proyek percontohan ini diharapkan dapat memicu para pemangku kepentingan untuk meningkatkan produksi patin nasional. 

"Saya berharap kerja sama ini akan berjalan lancar dan berhasil sehingga benar-benar bisa menjadi proyek percontohan industri perikanan terpadu hulu hilir di Indonesia," kata Sharif.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo mengatakan bahwa kawasan konservasi di perairan Indonesia dapat bersinergi dengan konsep ekonomi biru yang menjadi fokus dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

"Melalui ekonomi biru, KKP bertekad mengembangkan ekonomi kelautan yang berwawasan lingkungan dengan memanfaatkan kawasan konservasi perairan," kata Sharif Cicip Sutardjo saat membuka acara soft launching Sail Komodo 2013 di Jakarta.

Sharif mengemukakan bahwa hal tersebut juga sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2007 tentang Konservasi Sumber Daya Ikan.

Menurut dia, kawasan konservasi perairan Indonesia hingga saat ini telah mencapai 15,7 juta hektare dari target sebesar 20 juta hektare pada tahun 2020. 


sumber : antaranews.com
Share: