KKP bidik produksi rumput laut 13 juta ton

Rumput laut merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia. Untuk menggenjot hasil produksi, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjalin kerjasama dengan Seameo Biotrop untuk produksi rumput laut dengan kultur jaringan.
Slamet Subiakto Direktur Jendral Perikanan Budidaya KKP mengakui, adanya kerjasama untuk meningkatkan produksi dan peremajaan rumput laut. Dengan kerjasama ini, KKP menargetkan total produksi rumput laut dapat mencapai 13 juta ton rumput laut kering pada 2017. Saat ini, hasil produksi rumput laut masih 11 juta ton kering. 


"Rumput laut dengan kultur jaringan mempunyai banyak kelebihan, hasil produksinya lebih cepat dua kali lipat dari biasanya," katanya. Sekadar informasi, rumput laut biasa membutuhkan waktu sekitar satu tahun hingga bisa diproduksi.
Irdika Mansur Direktur Semeo Biotrop menambahkan, dengan teknik kultur jaringan, tanaman lebih tahan dengan cuaca sehingga hasil panen dapat lebih maksimal.
Rencananya, tahun depan KKP bakal mendistribusikan sekitar 1,1 juta ton benih rumput laut kultur jaringan. Pendistribusiannya bakal dilakukan oleh balai perikanan setempat.
Slamet menambahkan, benih tersebut bakal disebar ke 185 kawasan, seperti wilayah Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sumatra. Untuk proyek ini, KKP bakal menggelontorkan dana sebesar Rp 8,4 miliar. "Kami akan mulai menyebar awal tahun depan," tambahnya.
Hasil produksi rumput laut banyak diekspor, seperti ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang nantinya diolah kembali. Pada 2015, tercatat nilai ekspor rumput laut hampir mencapai US$ 1 juta. Selama ini, Indonesia adalah pemasok utama rumput laut di dunia dengan pangsa pasar mencapai 41% pada tahun 2013. 

sumber : kontan.co.id
Share: