Kisah Sukses Pembenih Gurame Yang Sempat Ditolak Istri

Awalnya Mansur (43) warga RT 02/08 Kampung Wanaherang, Desa Wanaherang, Kecamatan Gunungputri tak pernah berpikir akan menjadi seorang petani ikan.
Pada, ia hanya membuka warung yang menjual berbagai jenis makanan ringan bersama istrinya, Siti (40). Namun, hobinya mengoleksi ikan tak bisa hilang.
Saat akan melakukan budidaya ikan, istri Mansur sempat menolaknya karena dianggap tak berguna dan hanya menghabiskan waktu.
Berkat kegigihannya Mansur terus membujuk sang istri agar menyetujui budidaya ikan. Hingga akhirnya, usaha tersebut berjalan.
”Susah sekali bujuknya, karena memang istri tak suka,” tutur bapak tiga anak itu.
Dengan modal satu kolam sederhana berukuran 7 x 4 meter, ia mencoba untuk mengembangbiakkan gurame. Namun, tak semudah memelihara ikan dalam akuarium, 100 ekor bibit yang ia beli mati.
Pantang menyerah, Mansur mencoba untuk mencari data dari internet dan buku. ”Tahun 1997, belum ada petani ikan di sini. Saya bingung tak ada yang bisa ditanya,” ungkapnya.
Hasil dari kerja kerasnya, kini Mansur dapat memelihara dua jenis ikan yaitu gurame dan lele yang dibagi menjadi 33 kolam ikan dengan ukuran masing-masing kolam 3,5 x 10 meter dan kedalaman 50 sentimeter.
Kolam-kolam itu dibagi menjadi tiga jenis fungsi yaitu 10 kolam pembenihan gurame, enam kolam pembenihan lele, 14 kolam penetasan dan tiga kolam untuk indukan masing-masing ikan.
”Semua harus dibedakan agar mendapatkan hasil maksimal,” ujarnya sambil membersihkan kolam. 

 sumber : budidaya-ikan.com

Share: