Jelang akhir 2016, PNBP perikanan masih minim

Di penghujung tahun 2016, target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) belum juga mendekati target yang ditetapkan sebesar Rp 693 miliar.
Berdasarkan data yang dirilis per 15 November 2016, total PNBP yang dikantongi masih sebanyak Rp 394,7 miliar atau baru 56,95% dari target. Kontribusi terbesar diberikan dari sektor pendapatan perikanan yang sebesar Rp 311, 7 miliar. Nilai ini tumbuh tinggi bila dibandingkan dengan tahun lalu dalam periode yang sama yang hanya Rp 77 miliar.
Zulficar Mochtar, Plt Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP menjelaskan meskipun masih jauh dari target tapi nilai tersebut merupakan pencapaian paling tinggi selama KKP berdiri.  "PNBP bukan tujuan utama kami tahun ini," katanya pada KONTAN.
Sekadar informasi, sepanjang tahun 2015 lalu, KKP hanya  menargetkan PNBP sebesar Rp 578,79 miliar dan sampai akhir tahun hanya tercapai sebesar Rp 137,1 miliar atau 22,01% dari target.
Untuk terus meningkatkan pencapaian PNBP di tahun depan, KKP akan melakukan strategi jemput bola dalam pengukuran kembali badan kapal serta penertiban perizinan.
"Dengan begitu tahun depan, kami harap dapat lebih signifikan (pencapaian PNBP) karena kapal-kapal yang markdown sudah diukur ulang dan mereka akan bayar pajak sesuai dengan bobot kapal," tambahnya.
Asal tahu saja, sampai sekarang KKP telah membuka gerai perizinan di 29 lokasi di seluruh Indonesia salah satunya ada di Karimun Jawa. Bila tidak berubah pekan depan KKP akan kembali membuka 2 gerai perizinan lagi. Sayangnya, Zulfikar masih enggan mengatakan lokasi gerai tersebut.
Siswanto Rusdi, Direktur The National Maritime Institute (Namarin) mengatakan pencapaian PNBP KKP sejatinya sudah baik, namun terlihat rendah lantaran target yang diusung terlalu tinggi dan tidak mempertimbangkan kondisi industri saat ini. 
"Industri perikanan saat ini masih belum sehat dan bahkan masih bisa dibilang berdarah-darah," ujarnya. 

sumber : kontan.co.id
Share: