Industrialisasi Perikanan Budidaya Sulsel Butuh 100 Milyar

Industrialisasi sektor perikanan Sulsel pada tahun 2013 mendatang, membutuhkan anggaran hingga Rp 100 miliar . Salah satu komoditi yang potensial dikembangkan adalah budidaya udang.
Kepala Bidang Budidaya Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel Sulkaf latief mengungkapkan, industrialisasi sektor perikanan mulai dari pengembangan benih hingga pembangunan industry pengolahan.
Khusus budidaya rumput laut, kawasan yang potensial berada di Selatan Sulsel, seperti Takalar, Maros, dan Makassar. Sedangkan untuk budidaya udang, kabupaten yang rencananya ditetapkan sebagai pusat pengembangan komoditi tersebut yakni Pinrang.
Industrialisasi perikanan diakui membutuhkan anggaran hingga Rp 100 milyar. Baik dalam bentuk perbaikan tambak maupun saluran irigasi. Secara nasional, terdapat 3 daerah yang ditetapkan sebagai pilot project pengembangan industrialisasi perikanan, yakni Sulsel, Lampung, dan Indramayu Jawa Barat.
Mendukung industrialisasi perikanan khususnya pada komoditi budidaya udang, Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel mengaku tengah berupaya mendorong petani agar mengembangkan benur secara mandiri. Kebijakan tersebut bertujuan mengantisipasi turunnya penerima bantuan benur.
Tahun ini, setiap kabupaten hanya terdapat 30 kelompok yang menerima bantuan. Jumlah tersebut lebih rendah dibanding 2011 lalu yang mencapai 70 kelompok tambak. Penyebabnya yakni, turunnya anggaran yang dikelola Dinas Kelautan dan Perikanan hingga Rp 7 milyar.
sumber : budidaya-ikan.com
Share: