Indra Kampanye Gemarikan Dengan Abon Lele

Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) perlu terus dikampanyekan. Dukungan dari masyarakat juga turut andil suksesnya program ini.
Seperti yang dilakukan Indra Setyawan warga Jalan Wates Km 6 Sleman ini. Sejak enam tahun lalu dirinya terjun untuk usaha pembibitan lele. Sekaligus menyediakan lele konsumsi. Lalu merambah pada penyediaan ikan segar nila dan bawal konsumsi. Konsumen bisa datang ke rumahnya atau disetor ke penjual di pasar-pasar. Dan sejak empat bulan lalu dirinya mengembangkan usahanya dengan olahan lele seperti abon dan krispi lele.
Semangat dan ketekunannya dalam mendukung Gemarikan, menjadikan Indra lolos verifikasi untuk mendapatkan hibah sepeda motor roda tiga dilengkapi boks dari Dinas Kelautan dan Perikanan DIY. Secara simbolis penyerahan dilaksanakan Agustus 2012 lalu.
“Setiap pagi motor ini saya gunakan untuk memasarkan ikan segar konsumsi. Khusus hari Minggu untuk mengantar pesanan benih lele dan tiga hari sekali memasarkan hasil olahan ikan,” jelas Indra.
Untuk membuat abon lele membutuhkan lele konsumsi dengan berat rata-rata setengah kilo per ekornya. Dengan ukuran ini dagingnya sudah banyak dengan cita rasa maksimal. Selain itu tak banyak didominasi tulang. Lele kemudian dipotong, lalu bagian kulitnya dikelupas dan bisa dijadikan keripik. Selanjutnya daging diambil sementara tulang dibuang.
Daging lele yang sudah terkumpul, segera dikukus dan dilembutkan. Cara melembutkan seperti dengan ditumbuk ataupun diblender. Hasilnya dicampur bumbu-bumbu seperti garam, bawang putih, ketumbar dan gula. Lantas digoreng menggunakan minyak kualitas bagus dalam jumlah banyak. Setelah matang ditiriskan dengan cara memanfaatkan mesin ‘spinner’, sehingga bisa kering dan minim kandungan minyak gorengnya.
“Abon lele saat ini biasa saya jual Rp 5 ribu per ons. Ada juga yang diplastik kecil-kecil dengan harga Rp 1.700 per plastik,” paparnya.

sumber : budidaya-ikan.com
Share: