Incar Pasar Jerman, Sulut Berdayakan Sistem Budidaya Perikanan

Data ekspor perikanan Sulut terakhir berkisar 31.000 ton dan mampu mendatangkan devisa sebanyak US$135 juta.
Permintaan pembeli Jerman yang semakin tinggi tahun lalu menjadikan negara tersebut sebagai salah satu negara potensial perikanan Sulut dalam tahun 2012.
“Jerman, merupakan negara dengan dominasi ekspor yang cukup dominan, dan tahun ini diperkirakan terjadi pertumbuhan tinggi ke negara itu,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulut, Joy Korah, di Manado, Sulawesi Utara.
Joy mengatakan, kendati krisis keuangan masih melanda negara di kawasan Eropa termasuk Jerman, tetapi yakin komoditas perikanan diekspor ke negara tersebut tetap tinggi.
“Ikan tetap dibutuhkan masyarakat, karena itu pasti akan tetap menjadi produk yang dicari pasar, termasuk masyarakat di kawasan Eropa khususnya Jerman,” kata Joy.
Sulut merupakan salah satu daerah dengan produksi perikanan yang cukup tinggi di Indonesia, dan salah satu pemasarannya yakni melalui ekspor ke berbagai negara termasuk Jerman.
Selain Jerman, negara yang diharapkan tetap memberi sumbangsih tinggi terhadap ekspor perikanan Sulut yakni Jepang, Amerika Serikat, Arab Saudi dan Inggris.
Komoditas perikanan merupakan salah satu produk unggulan ekspor yang mendatangkan devisa cukup tinggi setiap tahun, hanya kalah dari produk turunan kelapa.
Guna mendorong ekspor perikanan Sulut mengalami pertumbuhan tinggi, kata Joy, selain mengoptimalkan perikanan tangkap, juga pemberdayaan sistem budidaya perikanan.
Data ekspor perikanan Sulut ke berbagai negara di dunia pada tahun 2011 lalu tercatat berkisar 31.000 ton, mampu mendatangkan devisa sebanyak US$135 juta.

sumber : budidaya-ikan.com
Share: