Ikan emas "Si Nyonya" seberat 10-20 kg/ekor seharga Rp1 jutaan/ekor


Ikan emas varietas "si nyonya" kini berkembang di Kabupaten Lebak, Banten, dan permintaan pasar cenderung meningkat.

"Kami terus mendorong kelompok pembudidaya ikan emas lokal dapat meningkatkan produksi," kata Kepala Bidang Produksi Ikan Tawar Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lebak Dadang Lesmana di Lebak.

Saat ini kelompok pembudidaya ikan emas "Si Nyonya" hampir berkembang di 28 kecamatan di Lebak, karena permintaan pasar cukup tinggi.

Selain itu juga keunggulan ikan emas itu rasanya gurih juga ukuranya bisa seberat 10 kilogram.

Untuk itu, pemerintah daerah mengembangkan varietas unggul ikan emas "Si Nyonya" karena prosfek pasar cukup bagus.

"Kami berharap pengembangan ikan emas lokal itu dapat mendongkrak pendapatan ekonomi keluarga," ujarnya.

Menurut dia, pada masa lalu di wilayah Kabupaten Lebak dan Pandeglang ketersedian ikan emas lokal melimpah.

Begitu juga kebutuhan pasar dapat terpenuhi oleh petani yang mengembangkan ikan emas lokal tersebut.

Namun, kata dia, saat ini produksi ikan mas "Si Nyonya" berkurang.

"Kami kedepan menargetkan ikan emas "si nyonya" bisa memenuhi kebutuhan pasar lokal," katanya.

Ia mengatakan, kelebihan ikan mas "Si Nyonya", selain warnanya menarik, harga jualnya cukup tinggi, hingga Rp1 juta/ekor, sedangkan beratnya bisa mencapai 10-20 kilogram.

Saat ini, populasi ikan emas "Si Nyonya" bisa dikembangkan di kolam juga lahan sawah yang ditanami padi.

Ikan varietas emas lokal itu tidak memerlukan air yang kondisinya berjalan karena mereka sangat kuat terhadap serangan penyakit.

"Kalau dulu masyarakat Lebak banyak ditemukan menggelar pesta pernikahan maupun sunatan selalu menyediakan hidangan emas "Si Nyonya" yang beratnya mencapai 15 kilogram," katanya.

Dadang menyebutkan, benih ikan emas "Si Nyonya" kini mulai dikembangkan di tiga Balai Benih Ikan (BBI) milik pemerintah daerah dengan hasil yang disalurkan kepada seluruh pembudi daya ikan tawar.

Jumlah kelompok usaha budi daya ikan tawar di Kabupaten Lebak tercatat 540 unit usaha. 

Mereka pengembangan ikan tawar itu dengan menggunakan keramba, jaring apung dan kolam.

"Kami berharap peternak ikan air tawar dapat menjadikan sentra unggulan usaha," katanya.

Seorang peternak budi daya ikan mas di Cirinten Kabupaten Lebak, Sukri, mengatakan memproduksi ikan mas varietas "si nyonya" tentu sangat menguntungkan karena permintaan pasar cukup tinggi. 

"Kami sendiri kewalahan melayani permintaan pasar lokal, terlebih banyak pesta pernikahan," katanya.


sumber : antaranews.com
Share: