Harga Pakan Melambung, Pembudidaya Ikan Muara Enim Gunakan Pakan Alami

Biaya produksi petani ikan di Muaraenim semakin tinggi, terutama biaya untuk pakan ikan yang harganya makin melambung.
Guna menekan tingginya biaya pakan ternak ikan itu, empat kelompok tani di wilayah Kecamatan Tanjung Agung mengelola sendiri pembuatan pakan ikan alami.
“Ada empat kelompok tani di wilayah Kecamatan Tanjung Agung, yakni kelompok tani Desa Lesung Batu, Tanjung Bulan, Muara Emil dan Desa Lebak Budi yang mengelola sendiri pembuatan pakan ikan alami.
Kita lakukan agar bisa menekan tingginya biaya pakan yang semakin mahal,” ujar Kepala Balai Penyuluhan, Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Pandan Enim Kecamatan Tanjung Agung, Maman Suherman SP saat dihubungi Tribun.
Adapun bahan-bahan pembuatannya, kata Maman, diantaranya berasal dari daun-daunan, rumput-rumputan, tanaman biji- bijian/jenis kacang-kacangan, dedak padi, jagung giling, bungkil kelapa, ampas tahu, ampas tahu, garam, mineral dan sebagainya. Nantinya, semua bahan itu dicampur dan diolah sesuai jenis ternaknya.
“Semua hasil produksi pakan ternak hanya untuk memenuhi kebutuhan para peternak itu sendiri dan tidak untuk dijual lagi,” ucapnya.
Setiap kali membuat pakan ikan alami harus disesuaikan dengan bobot ikannya atau sekitar 5-10 persen dari bobot ikan. Pengolahan pakan ikan sendiri berbeda-beda sesuai jenis ikannya. Untuk ikan emas harus mengandung minimal 28-30 persen protein hewani, sedangkan ikan nila dan lele mengandung sekitar 25-28 persen protein hewani.
Maman menambahkan, pembuatan pakan ternak alami ini dilakukan secara manual, namun tidak mengurangi kandungan gizinya dan kualitasnya. Jadi tidak kalah dengan pakan ternak di pasaran.
“Dengan adanya pembuatan pakan ternak alami ini, diharapkan para petani dapat menghemat biaya produksi yang dirasa cukup tinggi,” ungkap Maman.

sumber : budidaya-ikan.com
Share: