Harga Pakan Ikan Naik, Tak Ada Perhatian Dari Pemerintah

Pembudidaya ikan tawar di Kampung Lewinutug Desa, Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang, keluhkan melonjaknya harga pakan. Selain itu, para pemudidaya pun mengeluhkan tidak adanya perhatian dari Pemkab Subang.
Salah seorang pembudidaya ikan tawar, Sodikin (30), kenaikan harga pakan sudah terjadi sebanyak tiga kali pada Oktober 2012 ini. Sementara harga ikan di pasaran masih tetap rendah.
“Entah kenapa harga pakan selalu mengalami kenaikan. Bulan ini saja sudah naik tiga kali,” ungkap Sodikin.
Pada awal Oktober, lanjutnya, harga pakan ikan jenis bintang seharga Rp577 ribu per satu kuintal Dan setelah mengalami kenaikan tiga kali harga pakan tersebut sekarang menjadi Rp652 ribu per satu kuintal. Kenaikan pun terjadi pada jenis pakan lainya seperti jenis pakan sinta, jenis pakan hitperopit.
Meski harga pakan naik, namun harga ikan tidak lantas ikut naik. Seperti harga ikan tawar nila, masih tetap di harga Rp15 ribu per kilogram begitupun untuk harga Ikan mas.
“Idealnya sih kalau harga pakan naik, harga ikan pun harusnya naik. Namun hal itu tidak terjadi. Harga pakan melambung sementara harga ikan masih tetap bahkan sekarang sudah mulai turun,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris kelompok budidaya ikan tawar KABITA, Atang (29) mengatakan, permintan ikan mas tawar dari kabupaten Subang terus mengalami peningkatan. Bahkan untuk di wilayah Kecamatan Cisalak saja, sekitar 10 ton perminggu dikirim ke berbagai daerah di Jawa Barat.
“Ke Kabupaten Garut saja, satu kali kirim bisa mencapai satu ton, belum ke Karawang, Bandung dan Jakarta. Sekitar 10 ton dalam satu minggu dari Cisalak saja,” ujar Atang.
Namun, selama ini perhatian dari pemerintah daerah belum ada sama sekali, baik dalam mensubsidi pakan maupun pelatihan bagi para pemudidaya ikan. “Alhamdulillah saya maupun para pembudidaya ikan tawar yang bernaung di Kelompok ikan tawar KABITA, tidak pernah mendapat perhatian dari pemerintah,” tuturnya.

sumber : budidaya-ikan.com
Share: