Harga ikan mahal, KKP dorong budidaya

Cuaca yang tidak baik selama bulan Desember 2014 hingga Januari 2015 membuat hasil tangkapan ikan berkurang. Akibatnya, harga ikan di sejumlah pasar tradisional meningkat dan menyumbangkan inflasi 0,08% pada bulan Januari 2015.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan harga ikan segar dipicu cuaca buruk yang mengakibatkan ombak besar dan nelayan takut melaut. Kenaikan harga ikan segar ini terjadi hampir merata di seluruh Indonesia. Namun kenaikan harga ikan segar paling dirasakan di Indonesia bagian Timur. Tercatat Inflasi Ambon sebesar 2,37% terutama disebabkan harga ikan segar rata-rata naik 33%. Di Tual (Maluku) harga ikan naik 23%, di Manokwari (Papua) naik 17%, di Balikpapan (Kalimantan Selatan) naik 22%. 


Di sisi lain, tindakan illegal fishing biasanya menangkap ikan di laut lepas sudah berkurang maka ketika hasil penangkapan ikan oleh nelayan tradisional  berkurang di pantai di bawah 12 mil maka hasil illegal fishing tidak banyak yang bisa dijual di pasar domestik. Akibatnya harga ikan naik.
Saut P. Hutagalung, Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) KKP mengakui bahwa dalam satu bulan terakhir harga ikan di pasaran terus meroket. Namun ia bilang, kondisi ini tidak akan berlangsung lama. Bila harga ikan naik dipasaran, pemerintah saat ini tengah mendorong pasokan ikan hasil budidaya untuk masuk ke pasar. 
"Untuk Jakarta dan sekitarnya misalnya akan dapat pasokan dari waduk Jatiluhur, Cirata dan Saguling yang produksi 300 ton lebih tiap hari. Jadi kenaikan harqa ini musiman mengikuti kondisi cuaca laut." ujar Saud kepada KONTAN.
Saud mengatakan, musim gelombang tinggi biasanya sampai bulan Februari. Pemerintah memperkirakan menjelang akhir Februari gelombang tinggi akan kembali normal. Malahan sebetulnya pada bulan Januari jumlah ikan sudah mulai banyak di pasaran, tapi ukurannya masih ukuran kecil-kecil.  "Kita perkirakan mulai Maret ikan akan banyak," imbuhnya. 
Saud mengklaim, sejak awal Februari 2015 ini, ikan jenis kembang, tongkol, dari Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah sudah masuk ke Jakarta atas dukungan Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN). Jadi transportasi dan distribusi ikan dari sentra produksi ke sentra hilir harus ditingkatkan. Untuk itu SLIN  akan diperketat pengembangannya tahun 2015. 

sumber : kontan.co.id
Share: