Genjot budidaya ikan, pemerintah targetkan raup Rp 265,4 T

Menteri Koordinator Kemaritiman Indroyono Soesilo bersama dengan Kementerian Perdagangan serta Kementerian Kelautan dan Perikanan menggelar rapat koordinasi terkait budidaya perikanan di pesisir. Hasilnya, nilai produksi perikanan budidaya hingga 2019, pemerintah menargetkan mencapai Rp 265,4 triliun.


"Terbagi atas 22 juta ton untuk rumput laut dan 9 juta ton untuk perikanan," ujar Indroyono usai rakor di Kantornya, gedung BPPT, Jakarta Pusat.

Indroyono menambahkan, guna mendukung target tersebut maka disepakati beberapa hal. Pertama, penetapan lokasi yang cocok untuk perikanan budidaya mengacu kepada UU No. 23 tahun 2014 tentang peraturan pemerintah daerah serta UU No. 27 tahun 2007 tentang pesisir dan pulau-pulau kecil.

Saat ini, lanjutnya, baru 4 provinsi meliputi 7 kabupaten di Pulau Jawa yang cocok terkait zonasi wilayah pertambakan atau perikanan budidaya. "Itu yang harus segera disusun oleh Pemda sesuai dua undang-undang tersebut," tuturnya.

Sementara itu, tambah Indroyono, untuk mengembangkan perikanan budidaya maka disepakati untuk pembudidayaan rumput laut.

"Budidaya rumput laut dari hulu ke hilir. Dari bercocok tanamnya kemudian pengolahannya. Sehingga bisa diekspor dengan berbagai produk," kata Indroyono.

Sedangkan, untuk budidaya perikanan, pemerintah membagi menjadi dua yakni perikanan laut khusus udang, kerapu, kakap merah dan ikan hias serta berkaitan masalah virus. "Untuk perikanan air tawar yang diutamakan ada tiga, yaitu ikan nila (tilapia), patin dan konsumsi untuk dalam negeri itu lele," tandasnya.

Menurut data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, target volume perikanan di 2015 untuk rumput laut sebesar 12,25 juta ton dan ikan sebesar 5,65 juta ton.

Sedangkan untuk 2016, target volume produksi perikanan budidaya mencapai 19,43 juta ton yang terdiri dari 13,35 juta ton rumput laut dan 6,10 ikan. Target untuk 2017 pun ditingkatkan menjadi 22,79 juta ton meliputi 15,90 juta ton rumput laut dan 6,89 juta ton ikan.

Untuk 2018 sendiri target dinaikkan sekitar 4 juta ton, yakni mencapai 26,72 juta ton terdiri dari 18,79 juta ton rumput laut dan 7,93 juta ton ikan.


sumber : merdeka.com
Share: