DKP Mukomuko Kembangkan Budidaya Ikan Mikih

Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, akan mencoba mengembangkan ikan “Mikih” atau sejenis ikan belanak yang keberadaannya semakin punah di sejumlah sungai di daerah itu.
“Kami sedang mencoba mengembangkan budidaya ikan ‘Mikih’, dengan melibatkan Balai Penelitian dan Pengembangan Budi Daya Air Tawar di Bogor,” kata Kepala Bidang Perikanan Budi Daya Dinas Kelautan dan Perikanan (KDP) Kabupaten Mukomuko, Am Azbas Novyan, di Mukomuko.
Keterlibatan Balai Penelitian dan Pengembangan Budi Daya Air Tawar, menurut dia karena balai tersebut telah berhasil membudidayakan ikan air tawar di daerah lain seperti ikan Semah di Kalimatan dan ikan Garing di Pariaman.
“Ikan-ikan air tawar di daerah lain itu berhasil dibudidayakan oleh balai dari Bogor tersebut, dan kondisinya sama dengan ikan ‘Mikih’ di Mukomuko yang keberadaanya hampir punah,” ujarnya.
Bersama-sama dengan pihak balai dari Bogor tersebut, pihaknya telah melihat langsung keberadaan ikan “Mikih” di hulu Sungai Airdikit yang diperkirakan menjadi tempat tinggal terbanyak ikan tersebut.
“Ikan itu banyak di Desa Sidomulyo atau di hulu Sungai Air Dikit, namun kami hingga sekarang belum bisa mendapatkan ikan itu dalam keadaan hidup, untuk di karantina di balai pembenihan ikan (BBI)” ujarnya.
Karena petunjuk dari dari pihak balai dari Bogor tersebut, lanjutnya, tahapan yang harus dilakukan untuk melakukan pegembangan ikan “Mikih” tersebut dengan cara dijinakkan setelah itu ikan tersebut bisa makan sendiri.
Namun, sebutnya, pihaknya masih terkendala untuk mendapatkan ikan tersebut dalam keadaan hidup sehingga sampai sekarang tahapan pertama itu belum bisa dilakukan.
Ia menerangkan, bahwa dari prediksi pihak balai bahwa ikan tersebut hanya endemik di Kabupaten Mukomuko saja, dan ikan yang sejenis dengan ikan tersebut ada di luar negeri seperti di Australia.
“Kami sudah melihat sendiri ikan “Mikih” di Mukomuko memang sejenis dengan ikan ‘Fish Bass’ yang hidup di Australia,” ujarnya.
Termasuk kata dia, ikan tersebut juga memiliki kesamaan dengan sejumlah ikan di negara lain namun nama-namanya saja yang berbeda, tetapi khusus di Indonesia, keterangan dari balai, ikan tersebut diprediksi hanya ada di Mukomuko.
Jika nantinya DKP setempat berhasil mengembangkan ikan “Mikih”, sebutan warga setempat terhadap ikan tersebut, menurut dia, maka ikan itu akan menjadi ikon daerah tersebut dan menjadi pariwisata.
Karena ikan jenis itu hanya ada di daerah itu, kata dia, sehingga menjadi ketertarikan bagi warga dari luar daerah itu maupun wisatawan untuk berkunjung dan melihat ikan tersebut.
sumber : budidaya-ikan.com
Share: