DKP Bantul Imbau Pembudidaya Ikan Jaga Kontinuitas Panen Ikan

Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, DIY, meminta kelompok budi daya perikanan kolam menjaga kontinuitas panen ikan.
“Kami minta kelompok budi daya jangan melakukan pembibitan secara serentak, namun secara berkala agar dapat menghasilkan panen secara kontinyu,” kata Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bantul Imam Subardiasa.
Menurut dia, agar bisa kontinyu, kelompok budi daya perikanan bisa melakukan pembibitan dan perawatan secara berkala yang dikoordinasikan dengan masing-masing anggota kelompok sehingga ketika panen nanti bisa memasok pasar secara rutin.
“Kelompok harus bisa membagi anggotanya, misalnya musim ini sekian orang kemudian selanjutnya sekian orang, jadi harus ada koordinasi dari awal perencanaan. Ini antisipasi agar panen tidak serentak yang bisa mengakibatkan produksi tidak semua terserap pasar,” katanya.
Ia mengatakan, jumlah kelompok pembudi daya ikan kolam di Bantul saat ini mencapai 700 kelompok, sehingga diharapkan terus berkembang agar selain dapat memenuhi kebutuhan pasar, juga meningkatkan pendapatan kelompok.
Apalagi, kata dia setidaknya setiap tahun ada penambahan kelompok pembudidaya ikan kolam sekitar 40 hingga 50 kelompok, akan tetapi keberlangsungan usaha kelompok satu sama lain berbeda, ada yang berkembang dan ada juga yang tidak berkembang.
“Untuk mendukung kegiatan usaha kelompok, setiap tahun kami juga memberikan bantuan baik peralatan, benih baik melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) kabupaten dan provinsi. Untuk tahun ini ada sekitar 70 kelompok yang mendapat bantuan,” katanya.
Ia mengatakan, sedangkan saat ini kelompok pembudi daya baru terbentuk yang sudah mengusulkan bantuan ke dinas namun belum direalisasikan jumlahnya mencapai sebanyak 300 kelompok.
Menurut dia, sementara produksi ikan seluruh kelompok pembudidaya di Bantul hingga triwulan tiga 2012 ini mencapai sebanyak 7.743,2 ton. Berbagai ikan yang dibudidayakan kelompok diantaranya ikan lele, nila, gurami, patin, mas, dan mujaer.
Ia menyebutkan, produksi ikan terbesar yakti lele sebanyak 4.492 ton, kemudian nila sebanyak 1.268,3 ton, dan gurami sebanyak 1.091 ton, sedangkan yang lainnya rata-rata di bawah seribu ton.
“Tiga jenis ikan tersebut paling banyak dibudidayakan kelompok, karena permintaan pasar cukup tinggi, selain itu juga lebih mudah diplihara dibanding lainnya,” katanya.

sumber : budidaya-ikan.com
Share: