Cilegon Marak Budidaya Ikan Lele

Budidaya ikan lele di beberapa wilayah di Kota Cilegon, banyak bermunculan. Hal itu tidak lain karena budidaya ikan air tawar ini permintaan pasarnya cukup tinggi.
Seperti Jamhari (40), warga Lebak Gede, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, misalnya. Pria paruh baya ini mengaku, baru sekitar empat bulan menekuni usaha budidaya ikan lele, namun penghasilan yang didapatkannya sangat lumayan baik.
“Saya belum lama menggiati usaha ini, sekitar empat bulan lah. Tapi alhamdulilah sudah hampir balik modal,” kata Jamhari.
Untuk memulai usaha ikan tersebut, sebetulnya cukup mudah. Menurut Jamhari, dalam menekuni usaha ini yang diperlukan hanyalah keterlampiran sederhana, yakni ulet dan rajin. Sebab, dalam merawat ikan yang memiliki nama latin Clarias SP itu diibaratkan seperti merawat bayi.
Kendati demikian, potensi untuk meraup penghasilan besar sangat dimungkinkan. “Dengan bibit ikan lele sebanyak tiga ribu ekor dengan modal biaya sebesar Rp500 ribu, kita bisa mendapatkan untung lumayan,” terangnya.
Sementara untuk, budidaya ikan lele sendiri tidak memerlukan tempat yang sulit. Cukup menggunakan terpal plastik yang didesain seperti kolam air, budidaya ikan lele siap dimulai. “Untuk mengurangi panas akibat terik matahari, air kita tambahkan lumpur supaya ikan bisa berendam di lumpur tersebut,” katanya.
Untuk makanan ikan lele, Jamhari biasa memberikan makanan pelet ikan seperti biasanya. Semantara itu, ikan tersebut bisa dipanen sekitar tiga bulan sekali. “Pada saat panen itu kita meraup keuntungan,” jelasnya.
Bagaimana untuk pemasaran ikan lele? Jamhari meyakinkan, tidak perlu khawatir. Dikarenakan para tengkulak ikan lele selalu mencari informasi dan mendatangi langsung para peternak lele. Biasanya tengkulan itu membeli ikan lele dalam jumlah besar.
“Biasanya mereka membeli minimal satu ton. Namun ada juga warga sekitar yang membeli secara langsung dengan harga Rp12.000 per kilonya,” terangnya.
Selain Jamhari, Ibrohim warga setempat lainnya juga menekuni usaha tersebut. Alasannya sama, yakni dikarenakan hasil yang didapatkan lumayan besar di tengah sulitnya lapangan pekerjaan.
Dikatakan Ibrohim, saat ini juga pemerintah menyediakan modal bagi warga yang hendak mengembangkan usaha budidaya lele melalui program satu miliar per kecamatan untuk wirausaha. “Saya juga ditawari untuk menambahkan modal untuk pengembangan usaha saya,” katanya.
Dia mengaku dari hasil budidayanya itu bisa menghidupi keluarganya dengan cukup. “Lumayan lah cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga,” katanya.

sumber : budidaya-ikan.com
Share: