Cara jitu hasilkan bibit biriba berkualitas (2)

Budidaya srikaya biriba tidak memerlukan cara khusus atau dengan kata lain sama seperti budidaya srikaya lainnya. Namun, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan. Salah satunya, pemilikan lokasi penanaman yang tepat. Tanaman bernama latin Rollinia mucosa ini termasuk tanaman tropis. Jadi, agar hasilnya maksimal, carilah lokasi dengan ketinggian sedang.

Salah seorang pembudidaya biriba asal Semarang, Budi Prayogo, menyebut, ketinggian ideal budidaya biriba adalah 100-800 meter di atas permukaan laut (mdpl). "Jangan terlalu rendah atau terlalu tinggi," jelasnya.

Budi mengaku pernah menanam biriba di tiga lahan dengan ketinggian berbeda, yakni di kebun dengan ketinggian 40 mdpl, 350 mdpl dan 600 mdpl. Hasilnya, tanaman di ketinggian 40 mdpl hasilnya tidak sebagus yang di atas 100 mdpl.

Selain itu, lokasi, kunci budidaya biriba adalah bibit daru induk yang berkualitas. Biriba bisa diperbanyak melalui cara penyemaian biji atau pembibitan vegetatif.

Nah, Budi menyarankan untuk memilih induk dari pembibitan vegetatif supaya kualitas bibit terjamin. Cara ini pula yang ia jalankan selama ini. Ia memperbanyak tanaman  dengan sistem okulasi. "Kalau vegetatif itu sudah dijamin paling tidak mendekati atau sama dengan induknya," terang pemilik Citra Agro ini.

Waktu yang dibutuhkan untuk pembibitan vegetatif sekitar 6 - 8 bulan. Setelah batang bawah tanaman siap, maka dilakukan proses okulasi selama sebulan. Barulah, dari situ akan muncul bibit - bibit baru. "Bibit biriba membutuhkan waktu sekitar dua hingga tahun masa penanaman, sampai bisa menghasilkan buah," terang Budi.

Pembudidaya biriba di Tulungagung, Susilo Suhasto  sepakat. Ia pun memilih pembibitan dengan sistem okulasi, karena hasil yang didapat lebih bagus. "Kalau sudah dapat bibit yang bagus, perawatannya juga harus bagus supaya bentuknya bagus dan cepat berbuah," papar pemilik CV Karya Suhasto Mandiri.

Pria yang akrab disapa Suhasto ini bilang, setelah memperoleh bibit, siapkan  lahan tanam seluas 4 x 4 meter (m) per pohon. Supaya pohon menghasilkan banyak buah, lakukan pemupukan secara teratur sekali dalam sebulan, khususnya saat bibit masih muda.

Agar berbuah banyak, Suhasto menyarankan penggunaan pupuk yang mengandung serat dan kalium tinggi. "Agar buahnya tidak mudah rontok," jelasnya. Untuk mencegah penyakit, perlu juga menyemprot dengan anti hama.

Kata Suhasto, jika dirawat dengan baik, tanaman ini bisa berbuah banyak karena satu pohon bisa memiliki hingga  puluhan ranting. Tak heran, dalam sekali panen, satu pohon bisa menghasilkan hingga 100 buah.

(Selesai)

sumber : kontan.co.id
Share: