Budidaya mudah, biaya perawatan pun murah

Budidaya kayu balsa tergolong mudah dan tidak butuh biaya besar. Syawaluddin, pembudidaya kayu balsa di Bandung bilang, kayu balsa bisa dikembangkan dari biji yang sudah tua dan berkualitas baik.

Untuk mendapatkan biji berkualitas baik, biji balsa direndam semalaman dengan air panas. "Keesokannya kita lihat mana yang mengapung, itu dibuang. Yang ditanam yang tenggelam, berarti berisi," ujar Syawaluddin.

Untuk media tanamnya, pilih tanah hitam dan jangan menggunakan tanah merah. Kemudian tanah hitam itu dicampur akar pakis dan ditaruh di polybag.
Setelah media tanam siap, biji bisa langsung ditanam. Menurut Syawal, setiap satu polybag sebaiknya ditanam dua biji. Hal ini untuk mengantisipasi jika salah satu biji gagal tumbuh. Jika keduanya tumbuh, tinggal dipindahkan salah satunya ke polybag lainnya.

Dalam waktu  dua hingga tiga minggu, biji biasanya sudah mulai mengeluarkan tunas berdaun dua dengan ketinggian sekitar 1,5 centimeter (cm) hingga 2 cm. Selama di dalam polybag, tanah harus disiram setiap hari menggunakan alat penyemprotan. "Cukup sekali sehari disiram, yang penting tanahnya harus tetap lembab," ujar Syawal.

Untuk menjaga kelembapan tanah, polybag tidak boleh terkena cahaya matahari langsung. Namun, polybag juga tidak boleh terkena hujan langsung karena bisa membanjiri tanah.

Soalnya, bila terlalu banyak air juga dapat merusak pertumbuhan bibit balsa. Setelah ketinggiannya mencapai 10 cm - 15 cm, bibit tersebut sudah bisa dipindahkan ke lahan perkebunan untuk ditanam. Menurut Syawaluddin, pohon kayu balsa tergolong unik. "Pohon ini akan tumbuh tinggi dulu, barulah batangnya membesar," ungkapnya.

Karena sifat pertumbuhan itulah, ia menyarankan, saat berumur tiga bulan atau tinggi telah mencapai 1 meter, setiap pohon kayu balsa harus disanggah tiga batang bambu dengan mengikatkannya.

Bila tidak disanggah, pohon rentan patah karena tiupan angin. Pembudidaya lainnya, Vera mengatakan, masa tanam kayu balsa harus saat musim penghujan, sehingga tingkat kelembapan tanah akan terjaga. Menurut Vera, saat dipindahkan ke kebun, pohon kayu balsa tidak memerlukan tanah dengan spesifikasi khusus atau pemberian pupuk yang rutin.

Setelah memasuki usia tanam tiga hingga lima tahun, kayu balsa sudah siap panen.  Saat itu, diameter kayu sudah mencapai 60 cm dengan tinggi 2 meter.

Bahtiyar Priyanto, seorang penggiat aeromodelling menambahkan, lembaran kayu balsa yang siap jual harus mendapat perlakuan khusus. Menurutnya, kayu tersebut tidak boleh bersentuhan langsung dengan lantai maupun dinding.

Pasalnya, lantai dan dinding yang bersifat dingin menyebabkan kayu balsa melengkung dengan sendirinya. Ruang penyimpanan kayu juga harus dijauhkan dari air conditioner (AC).

sumber : kontan.co.id
Share: