Budidaya mengkudu cuma butuh air dan pupuk (2)

Buah mengkudu banyak memiliki khasiat bagi kesehatan tubuh yang sudah dikenal sejak ratusan tahun silam. Lantaran manfaatnya besar buat kesehatan tubuh, banyak orang yang kemudian tertarik membudidayakan tanaman mengkudu.
Apalagi, budidaya tanaman ini tergolong gampang.  Di Indonesia sendiri, mengkudu diyakini telah tumbuh sejak 6.000 tahun lalu di Kepulauan Maluku. 


Secara umum, mengkudu bisa tumbuh baik di daerah dengan ketinggian mulai 0 - 500 meter di atas permukaan laut (dpl), dengan suhu 22°Celcius - 30° Celcius.
Tingkat kelembaban udaranya antara 50° Celcius hingga 70° Celcius. Sementara curah hujan antara 2.000 hingga 3.000 milimeter per tahun. Dan, Mengkudu juga membutuhkan sinar matahari yang cukup.
Rony Pranata, pebudidaya tanaman mengkudu asal Bantul, Yogyakarta, bilang, kualitas bibit mengkudu sangat menentukan pertumbuhan tanaman ini.
Menurut Rony, biji buah mengkudu yang disemai menjadi bibit harus diambil dari tanaman induk yang subur, berumur antara tiga hingga lima tahun, dan banyak buahnya.
Biji yang akan disemai juga harus dalam keadaan sudah matang. Lamanya masa penyemaian sekitar dua hingga tiga minggu. Pada usia sekitar tiga minggu, biji biasanya sudah mulai berkecambah kecil.
Memasuki usia dua hingga tiga bulan, bibit mengkudu sudah bisa dipindahkan ke polybag atau ditanam di tanah. "Ketinggian bibit sudah mencapai 20 centimeter (cm)," ujar Rony.
Selama persemaian, bibit mengkudu harus mendapatkan air dan sinar matahari yang cukup guna merangsang pertumbuhannya. Selain itu, berikan juga pupuk organik dan anorganik.
Pemberian pupuk organik sebaiknya dilakukan lima hingga delapan kali dalam setahun. Sekali pemupukan  sekitar 20 kilogram (kg) - 40 kg per bibit. Sedang, pupuk anorganik diberikan satu sampai dua kali per bulan dengan dosis 100 gram - 300 gram per pohon.
Kalau perawatannya baik dan tumbuh subur, pada usia satu tahun hingga dua tahun, mengkudu sudah bisa dipanen buahnya. Perkembangan bunga hingga menjadi buah matang perlu waktu sekitar satu setengah bulan.
"Mengkudu berbuah sepanjang musim. Jadi, berbunga susul menyusul, ada yang mulai berbunga dan ada buah yang sudah matang," kata Rony.
Supaya buahnya banyak, lakukan pemotongan pohon mengkudu yang sudah tinggi pada pangkalnya. Tujuannya adalah, supaya rantingnya banyak sehingga buah mengkudu juga banyak.
Abdul, pebudidaya bibit mengkudu lain, mengatakan, masa produktif mengkudu cukup lama, mencapai puluhan tahun. Rata-rata ketinggian pohon mengkudu jika tidak dipangkas sekitar  3 meter (m) hingga 4 m.
Dalam sebulan, mengkudu bisa dipanen sebanyak rata-rata delapan kali. Setiap pohon bisa menghasilkan 5 kg sekali panen. Buah yang dipanen harus sudah tua dan berwarna putih dengan bintik-bintik hitam.
Intensitas panen yang cukup sering karena proses pembuahannya terjadi secara terus menerus sepanjang tahun.  

(Selesai)

sumber : kontan.co.id
Share: