Budidaya Ikan Patin

Usaha budidaya ikan konsumsi memang sangat menjanjikan. Salah satunya adalah Budidaya ikan patin juga banyak dijalankan oleh masyarakat, karena prospek usahanya cukup besar.

Informasi usaha

Budidaya ikan patin banyak dipilih para pelaku usaha, karena masa pemeliharaannya lebih cepat dibandingkan dgn budidaya ikan lainnya. Sehingga biaya produksinya juga tidak terlalu tinggi.

Berikut Proses Reproduksi Buatan Budidaya Ikan Patin:
  1. Sebelum memijahkan patin, sebaiknya Anda mengetahui masa subur ikan. Tanda – tanda betina yg subur perutnya membesar bila diraba empuk dan lembut, anusnya juga berwarna merah, dan jika ditekan akan mengeluarkan butiran telur berwarna putih. Sedangkan untuk pejantan siap kawin yaitu jika berat badannya mencapai 1,5 – 2 kg, alat kelaminnya bengkak berwarna merah tua, dan jika diurut maka keluar sperma berwarna putih.
  2. Langkah selanjutnya diawali dgn mengeluarkan telur dan sperma ikan dgn cara mengurut perut ikan
  3. Kemudian telur dan sperma pejantan dicampur, dan diaduk hingga merata
  4. Campuran telur dan sperma itu kemudian disebar dalam akuarium inkubasi, yg dilengkapi dgn heater suhu air yg dijaga stabil pada kisaran 27,5 sampai 28 ° C
  5. Setelah 15 hari kemudian, telur akan menetas. Biasanya persentase yg menetas antara 90% hingga 100%. Pada usia 1 – 2 minggu terjadi periode kanibalisme, dan persentase bibit yg bertahan hidup berkisar antara 70% sampai 75%.
Kelebihan usaha

Perawatan budidaya ikan patin terbilang lebih mudah dibandingkan budidaya lele, bahkan pakan ikan patin dapat memanfaatkan limbah rumah tangga yg tidak mengandung minyak. Disamping itu kemampuan ikan patin untuk berproduksi juga cukup tinggi, seekor induk yg subur dapat bertelur 200.000 butir telur setiap 6 bulan sekali.

Ikan patin local juga memiliki kelebihan tersendiri dibandingkan ikan patin import dari Vietnam. Biasanya ikan patin local kandungan airnya lebih rendah yaitu sekitar 10%, sedangkan patin Vietnam mengandung air hingga 40%. Sehingga bila diolah, bobot ikan patin Vietnam mengalami penyusutan yg cukup drastis.

Kekurangan usaha

Dalam menjalankan usaha budidaya ikan patin, yg sering menjadi kendala adalah munculnya jamur dan bakteri yg menyebabkan turunnya kualitas ikan. Biasanya untuk mencegahnya para petani patin menjaga sanitasi air, dan mengurangi pemberian pakan yg terlalu banyak.

Selain itu suhu yg terlalu dingin juga berpengaruh buruk bagi perkembangan telur patin, oleh karena itu para petani memasang heater atau menyimpan akuarium inkubasi di dalam ruangan agar terhindar dari suhu ekstrim. Sedangkan bagi ikan patin yg sudah cukup besar, kendalanya adalah persediaan pakan cacing sutera yg masih kurang.

Pemasaran

Strategi pemasaran yg bisa dilakukan para pembudidaya ikan patin, yaitu dgn membedakan target pasar. Pemasaran ini dilakukan dgn menjual ikan patin berdasarkan umurnya. Misalnya untuk keperluan pemasok benih, ikan patin bisa dijual ketika berusia 20 hingga 50 hari. Untuk kebutuhan konsumsi, ikan patin dijual saat berusia 7 bulan. Sedangkan untuk permintaan indukan, ikan patin biasa dijual setelah berusia 2 tahun.
Share: