Berkhasiat obat, mengkudu banyak dicari (1)

Buah mengkudu (Morinda citrifolia) bukan hal asing bagi sebagian orang. Tanaman ini banyak tumbuh di hutan dan di  halaman-halaman rumah sampai ketinggian 1.000 meter dari permukaan laut (dpl).
Tanaman mengkudu dipercaya sudah ada di Kepulauan Maluku sejak sekitar 6.000 tahun lalu. Selama ribuan tahun pula, buah ini dikenal secara turun temurun sebagai obat untuk pelbagai macam penyakit.
Di antaranya bisa menghilangkan rasa sakit, menyembuhkan luka, gangguan pencernaan, tekanan darah tinggi, menambah nafsu makan, masalah haid, dan lain-lain.
Mengkonsumsi buah mengkudu bisa dengan cara dimasak seperti sayuran atau dibuat minuman jus. Selain buahnya, batang dan akar mengkudu juga bisa dipakai buat bahan pewarna celupan.
Lantaran banyak manfaatnya, permintaan bibit mengkudu pun tinggi di pasaran. Salah satu penyedia bibit mengkudu adalah Rony Pranata asal Bantul, Yogyakarta. Ia membudidayakan bibit mengkudu sejak tahun 2008 di atas lahan seluas 8.000 meter persegi di Bantul.
Dalam sebulan, Rony bisa menjual lebih dari 1.000 bibit mengkudu, dengan omzet Rp 20 juta hingga Rp 50 juta. Bibit mengkudu ini dihargainya Rp 10.000 per batang.
Bibit yang dipasarkannya sudah memiliki ketinggian 20 centimeter (cm). Bibit tersebut dijualnya melalui melalui agen dan internet.
Sampai saat ini, ia sudah mengirim bibit mengkudu ke sejumlah kota, seperti Jawa Tengah, Tangerang, Batam, Papua, Padang, Palembang, dan Bandar Lampung. 
"Peminat tanaman mengkudu masih tinggi di Indonesia," kata Rony. Rony mengaku, dalam sebulan, ada saja pelanggan yang membeli bibit mengkudu dalam jumlah banyak. Nilainya bisa mencapai Rp 25 juta sekali pesan.
Permintaan bibit mengkudu cukup tinggi di musim hujan. Sebab, tanaman cocok di tanam di musim hujan. Abdul, pebudidaya bibit mengkudu lainnya, mengatakan tanaman mengkudu termasuk jenis tanaman yang mudah dibudidayakan.
Pria asal Citeureup, Bogor ini mengaku, tidak kesulitan mengembangkan bibit mengkudu di lahan miliknya. Abdul menjual bibit mengkudu dengan harga Rp 7.500 hingga Rp 10.000 per pohon.
Selama ini, Abdul memasarkan bibit mengkudu di daerah Jabodetabek. Kebetulan ia memiliki jaringan pencari bibit mengkudu untuk budiday. Sebulan, Abdul bisa menjual sebanyak 200 hingga 500 bibit mengkudu, dengan omzet sekitar Rp 5 juta per bulan.
Abdul mengaku, membudidayakan tanaman mengkudu sebagai pekerjaan sampingan saja. Selain mengkudu, ia juga membudidayakan tanaman lain.               

(Bersambung)

sumber : kontan.co.id
Share: