Bengkulu Budidayakan Ikan Pelus (Sidat)

Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, membudidayakan ikan pelus (Anguillidae) untuk mencegah dari ancaman kepunahan ikan tersebut di daerah itu.
“Budi daya ikan pelus (sidat) itu dilakukan di Balai Benih Ikan (BBI) di Kecamatan Nasal,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kaur Yetmenson.
Ia menjelaskan, pembudidayaan pelus itu dengan cara membesarkan benih pelus yang ditangkap dari beberapa anak sungai daerah setempat.
Dalam pembudidayaan pelus, hingga saat ini belum ada teknologi yang bisa menetaskan telur pelus tersebut, karena telur pelus baru bisa menetas pada kedalaman 250 meter di bawah permukaan laut.
“Hingga saat ini belum ada negara maju bisa mengembangbiakan ikan pelus termasuk Jepang, sehingga masih menerapkan pola budi daya benih,” katanya.
Potensi ikan pelus di Kabupaten Kaur terdapat di tiga sungai yaitu Sungai Padang Guci, Sungai Nasal, dan Sungai Air Kinal.
Ikan pelus dari tiga sungai itu berdasarkan penelitian bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sama dengan varitas Memorata yakni memiliki kandungan protein paling tinggi. Pelus pada tiga sungai itu potensinya cukup banyak dan memiliki protein paling tinggi dari ikan salmon.
Ia mengatakan belum lama ini ada investor dari empat negara yaitu China, Korea, Thaiwan dan Jerman sangat tertarik untuk membeli hasil budidaya ikan pelus tersebut. Mereka menilai, selama ini hanya ikan salmon yang memiliki kandungan protein, ternyata setelah diteliti ikan pelus (Sidat) asal Bengkulu lebih tinggi proteinnya.
Ke empat investor itu berjanji bersedia menampung hasil budidaya ikan pelus itu secara besar-besaran untuk dibawa ke negara mereka, ujarnya. Sekretrais DKP Kabupaten Kaur Sapto Mugianto mengatakan, buidaya ikan pelus siap panen setelah berumur enam hingga sembilan bulan, dengan bobot 2,5 ons dan harga jual Rp250.000/kg.
Sasaran ke depan pembudidayaan ikan pelus itu akan dikembangkan pada masyarakat secara perorangan, sehingga daerah itu akan menjadi sentra pelus pertama di Bengkulu bahkan nasional, ujarnya.

sumber : budidaya-ikan.com



Share: