Banyak manfaat, budidaya bambu menjanjikan (1)

Selama ini, bambu kerap dikenal sebagai tanaman liar. Padahal, jika dibudidayakan dengan tepat, tanaman bambu memiliki potensi bisnis yang besar. Pasalnya, tanaman ini memiliki banyak sekali kegunaan. Tunas muda bambu atau misalnya, bisa dijadikan sebagai sayuran.
Sementara batang bambu yang sudah tua bisa dipakai sebagai bahan kerajinan dan perlengkapan pembangunan proyek properti. Antara lain dimanfaatkan sebagai stager atau tiang-tiang penyangga atau tangga.
Lantaran memiliki banyak kegunaan, permintaan bambu tinggi di pasaran. Kondisi ini turut mendorong maraknya budidaya tanaman bambu. Salah satu pembudidaya bambu adalah Jatinka Naga Miharja. Pria berusia 56 tahun ini membudidayakan bambu sejak tahun 1995.
Ia fokus membudidayakan 41 jenis bibit bambu di lahan seluas 2000 meter persegi di Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Ia mengaku, bibit bambu yang dikembangkannya banyak dicari petani yang ingin terjun ke usaha budidaya bambu.
Konsumen bibit bambunya tersebar mulai dari Surabaya, Pasuruan, Sukabumi dan Garut. "Hampir setiap bulan saya mengirim 1.000 bibit bambu ke para konsumen," ujarnya.
Jatnika mematok harga bibit bambu bervariasi, tergantung ukuran dan jenisnya. Bibit mata ruas dihargai Rp 20.000 per polibag. Sedangkan bibit akar bongkot diameter 8 centimeter (cm) dihargai Rp 25.000. Sementara diameter 12 cm dijual Rp 40.000.
Selain bibit, ia juga mengembangkan tanaman bambu hingga dewasa, terutama jenis akar bongkot untuk bahan kerajinan miliknya. Jatnika memproduksi rumah pondok dari bambu, furnitur, dan berbagai macam hiasan.
Ia memasarkan hasil kerajinan bambu ini hingga ke luar negeri. Total omzet yang didapatnya dari budidaya bibit dan kerajinan bambu mencapai Rp 300 juta per bulan dengan laba 20%.
Irwan Hedi, pebudidaya bambu lainnya, menuturkan peluang bisnis bambu menjanjikan karena manfaatnya yang begitu banyak. Ia sendiri menggeluti usaha budidaya bambu sejak 2007.
Ia membudidayakan bambu di lahan dua hektare di Sumedang, Jawa Barat. Ia menjual bambu melalui sistem borongan kebun atau dikirim ke tempat pembeli. “Pelanggan saya mayoritas di Pulau Jawa,” ucapnya.
Jenis bambu yang dibudidayakan adalah bambu tali dan bambu ampel. Kata Irwan, jenis bambu itu cocok untuk pembuatan sumpit atau kerajinan tangan. Tiap bambu berdiameter mulai 7 cm dihargai Rp 8.000 – Rp 12.000 per batang.
Sementara bambu diameter 15 cm – 20 cm Rp 20.000 ke atas. Dalam sebulan, ia bisa menjual 2.500 batang bambu dengan omzet Rp 40 juta tiap bulan. Laba bersihnya 30% dari omzet.       

(Bersambung)

sumber : kontan.co.id
Share: